23 Desember 2016

Kapan Manusia Mulai Mengenal Bilangan ?

Matematika tidak hanya tentang bilangan. Bilangan hanya merupakan salah satu cabang dari matematika. Namun, bilangan ada dan berperan penting bagi kehidupan kita.
Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Dalam matematika, konsep bilangan meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional, bilangan irasional dan bilangan kompleks. Sedangkan angka adalah simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan.
Bilangan pada awalnya hanya dipergunakan untuk mengingat jumlah. Misalnya, untuk membandingkan dua kelompok kupu-kupu yang berbeda, mereka hanya bisa membandingkan banyak sedikitnya kedua kelompok kupu-kupu itu. Akan tetapi kepastian jumlah tentang milik seseorang atau milik orang lain mulai dibutuhkan, sehingga mulai mengenal dan belajar perhitungan sederhana.
Namun dalam perkembangannya para pakar matematika menambahkan perbendaharaan simbol dan kata kata yang tepat untuk mendefinisikan bilangan. Maka Matematika menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan dan tidak bisa kita pungkiri bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu bertemu dengan yang namanya bilangan, karena bilangan selalu dibutuhkan baik dalam teknologi, sains, ekonomi, ataupun dalam dunia musik, filosofi dan hiburan serta aspek kehidupan lainnya.
Sistem bilangan berawal dari zaman Paleolitikum atau zaman batu tua. Sistem yang digunakan adalah korespondensi satu-satu dengan banyaknya benda yang dihitung. 
 

Karena sistem tersebut tidak praktis, maka di Persia pada abad ke-5 SM terjadi suatu perkembangan sistem bilangan yaitu dengan digunakannya simpul-simpul yang disusun pada tali.
Pada abad ke-15 SM, suku Inca menggunakan sistem yang sama dengan mengembangkan quipu, yaitu suatu tali yang disusun secara horizontal dimana dari tali tersebut digantung berbagai macam benang. Jenis simpul yang digunakan, panjang dari tali dan warna serta posisi benang menandakan tingkatan kuantitas satuan, puluhan serta ratusan.  
Beberapa peradaban juga menggunakan sistem bilangan untuk mempresentasikan banyaknya objek yang berbeda-beda yaitu dengan menggunakan batu tanah liat yang disebut calculi (bahasa latin dari calculi yaitu calculus). Tanah liat yang bangsa Sumeria tersebut digunakan pada abad ke-4 SM. Batu tanah liat yang berbentuk kerucut mewakili banyaknya satu objek, yang berbentuk bola mewakili banyaknya sepuluh, dan batu tanah liat besar yang berbentuk kerucut mewakili enam puluh.
Penulisan lambang bilangan selanjutnya dilakukan terus menerus oleh beberapa bangsa, diantaranya sebagai berikut :
  • Pada 500 SM, bangsa Maya di Amerika mengembangkan penulisan lambang bilangan (angka) yang menggunakan lambang-lambang pokok. 
  • Orang-orang Mesir Kuno menggunakan Hieroglif untuk menuliskan bilangan-bilangan.
  • Pada abad ke-11 SM, bangsa Arab menulis lambang bilangan dari 1 sampai 9 seperti yang ada dan terus dipakai sampai saat ini oleh orang-orang Islam di seluruh dunia.
  • Bangsa Yunani Kuno menulis bilangan dengan menggunakan huruf abjad yang mereka pakai dalam menulis ditambah tiga lambang khusus. 
  • Bangsa Cina Kuno, mereka memulai bilangan dengan membuat garis-garis seperti batang.
  • Bangsa Romawi menggunakan angka-angka sebagai sistem bilangan Romawi berbentuk huruf-huruf. Angka Romawi ini masih dipergunakan hingga saat ini untuk penulisan nomor bab dalam beberapa buku atau karya ilmiah.  
  • Perkembangan selanjutnya, angka Hindu Arab Kuno ditemukan manuskrip Spanyol abad X dan menjadi cikal bakal bagi angka-angka yang dipakai sekarang ini.
Jadi, bilangan yang kita kenal ini pertama kali ditemukan pada zaman Paleolitikum (zaman batu tua). Zaman-zaman sebelumnya mungkin sudah mengenal, namun belum adanya bukti akan hal tersebut. Pada zaman Paleolitikum, manusia sudah mulai menyimbolkan bilangan, walaupun hanya menggoreskan garis. Baik itu pada dinding goa, batu dan lain sebagainya.
Dengan adanya bilangan kita mampu mematematisasi semua yang ada di dunia. Baik itu dalam hal keuangan, pelajaran dan sebagainya. Disamping hal itu, penulis berharap semoga dengan adanya tulisan essai tentang kapan manusia mulai mengenal bilangan dapat menambah wawasan serta bermanfaat bagi pembacanya.
Dikirim oleh : Jajang Nuralim-Mahasiswa Pendidikan Matematika UNSIL
jajangnuralim@gmail.com

DAFTAR PUSTAKA
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bilangan
https://safitri120035.wordpress.com/2012/12/09/cinta-dan-matematika/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_dunia
https://zoneofmath.wordpress.com/teori-bilangan/
www.zakapedia.com/2013/02/sejarah-bilangan-dan-perkembangannya.html?m=1
www.mallthematics.blogspot.com/2013/04/sejarah-bilangan.html

Seorang Matematikawan amatir yang punya cita-cita tinggi dan ingin belajar berbagai hal mengenai blog dan matematika. Salah satunya ialah mempunyai kebermanfaatan bagi orang lain dengan mengembangkan blog ini.

FloMath: Inspiring of Mathematic
EmoticonEmoticon